Anak-anak di Jawa Timur dan Jawa Tengah, terutama di pedesaan, sampai
kini masih ada yang bermain jelungan, terutama ketika bulan sedang
purnama. Jelungan atau Jitungan adalah sejenis permainan anak-anak,
sejumlah anak dibagi dalam dua kelompok: kelompok pemburu dan kelompok
yang diburu. Anak yang diburu, yang berhasil menyentuh sebatang pohon,
berarti selamat dari pengejaran.
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Juni 2013
Sunan Giri
Label:
Kisah Islami,
Kisah Sufi,
Pengetahuan Islam
Selasa, 21 Mei 2013
Sunan Bonang dengan Santrinya
Kisah Hikmah untuk memahami syukur nikmat dari Allah
Sebagai seorang wali, Sunan Bonang selalu mengembara untuk menyebarkan agama. Sering kali ia berjalan sendirian, menempuh hutan belantara, mendaki gunung yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan mendatangi dusun terpencil di kaki bukit berhutan lebat.
Sebagai seorang wali, Sunan Bonang selalu mengembara untuk menyebarkan agama. Sering kali ia berjalan sendirian, menempuh hutan belantara, mendaki gunung yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan mendatangi dusun terpencil di kaki bukit berhutan lebat.
Rabu, 24 April 2013
Kisah Imam Ali & Sayyidina Umar
Pada masa pemerintahan Umar bin Khathab,. terjadilah suatu peristiwa
yang menyangkut diri seorang wanita. Wanita itu didapati melahirkan
anak, padahal, menurut pengakuannya, ia baru hamil 6 bulan.
Mendengar, penutuan itu, Umar tidak percaya begitusaja. Umar berpendapat bahwa wanita tersebut pasti telah berbohong.
Mendengar, penutuan itu, Umar tidak percaya begitusaja. Umar berpendapat bahwa wanita tersebut pasti telah berbohong.
Sabtu, 20 April 2013
Siti Manggopoh, Singa Betina dari Sumatera Barat
Perempuan perkasa ini memimpin rakyat berjuang melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Ia berperang menentang penjajah Belanda dengan gagah berani.Namanya memang tidak setenar R.A. Kartini dari Jepara Jawa Tengah, yang memperjuangkan nasib perempuan, atau Cut Nyak Din yang berani mempertaruhkan nyawa dalam c. Bahkan mungkin orang lebih mengenal Rochana Koeddoes, pejuang hak-hak perempuan di Padang. Namun kalau dilihat dari catatan perjalanan hidup dan sepak terjang Siti Manggopoh tidak kalah dari ketiga pendekar tersebut.
Sunan Geseng, Tetap Bersujud Meski Tubuhnya Geseng
Udara semilir bertiup, daun-daun bergerak, mentari belum sempurna menghadirkan cahaya bagi bumi yang baru saja diselimuti malam. Di sebuah rumah sederhana, seorang laki-laki siap dengan sebatang bumbung bambu. Setiap hari Ki Cakrajaya, lelaki itu, mencari air nira kedalam hutan untuk membuat gula, untuk menghidupi keluarganya.Hatinya teguh dengan mentaati perintah sang guru, Sunan Kalijaga. Saat itulah kalbunya menerima hidayah.
Sang Pembunuh Imam Ali Radhiallahu ‘Anhu
Bagaimana fitnah wanita telah menimpakan sebuah keimanan seseorang, sehingga terbutakan hati olehnya.
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,
yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,
perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang
baik (surga). (QS. Ali Imran: 14).
Kisah Imam Ali - Sang Ahli Matematika
Dua
orang sehabat melakukan perjalanan bersama. Disuatu tempat, mereka
berhenti untuk makan siang. Sambil duduk, mulailah masing-masing membuka
bekalnya. Orang yang pertama membawa tiga potong roti, sedang orang
yang kedua membawa lima potong roti.
Ketika keduanya telah siap untuk makan, tiba-tiba datang seorang musafir yang baru datang ini pun duduk bersama mereka.
Sabtu, 13 April 2013
Abu Nawas : Curang Dibalas Curang
Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya, ada
dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua
penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan
Mesir.
Senin, 01 April 2013
Sayyidina Ali dan Seorang Tua Nasrani
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap
pagi dan sore Allah SWT selalu memandang wajah orang yang sudah tua,
kemudian Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku, semakin tua usiamu,
semakin keriput kulitmu, semakin lemah tulangmu, semakin dekat ajalmu,
semakin dekat pula engkau bertemu dengan-Ku. Malulah karena-Ku, karena
Aku pun malu melihat ketuaanmu, dan Aku pun malu menyiksamu di dalam
neraka.
Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy
Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf
di Ka’bah, beliau mendengar seseorang dihadapannya bertawaf, sambil
berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Kisah Peletakan Hajar Aswad
Semasa Rasulullah Muhammad SAW belum diangkat sebagai Rasul bagi seluruh
alam, Beliau telah terkenal sebagai seorang yang sangat jujur,
berlatarbelakang keluarga terhormat dan memiliki kelebihan mampu meredam
pertikaian antar suku (kampung). Sehingga beberapa kali Muhammad muda
dipercayai memberikan keputusan-keputusan krusial menyangkut kepentingan
bersama.
Iman dan Permainan
Diceritakan, pada suatu hari, Siti Asiah mengajak Firaun bermain-main
atau tebak-tebakan. Tapi Peraturannya, tidak main-main biasa.
Siapa yang kalah harus keluar dengan telanjang sampai pintu kerajaan, begitu peraturan yang disepakati Siti Asiah dan Firaun.
Siapa yang kalah harus keluar dengan telanjang sampai pintu kerajaan, begitu peraturan yang disepakati Siti Asiah dan Firaun.
Ketika Perut Rasulullah Berbunyi
Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang
menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah
sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”
Kisah Murid Syekh Junaid al-Baghdadi
Syekh Junaid Al-Baghdadi adalah seorang tokoh sufi besar yang
ternama. Ia mempunyai seorang murid yang sangat disayanginya yang
menyebabkan santri-santri Junaid yang lain iri hati. Jauh di dalam hati,
mereka tak dapat menerima mengapa sang guru memberi perhatian khusus
kepada anak itu.
Suatu saat, Syekh Junaid menyuruh semua santrinya membeli ayam di pasar untuk kemudian disembelih. Namun Junaid memberi syarat bahwa mereka harus menyembelih ayam itu di tempat dimana tak ada yang dapat melihat mereka dengan syarat sebelum matahari terbenam, mereka harus dapat menyelesaikan tugas tersebut.
Suatu saat, Syekh Junaid menyuruh semua santrinya membeli ayam di pasar untuk kemudian disembelih. Namun Junaid memberi syarat bahwa mereka harus menyembelih ayam itu di tempat dimana tak ada yang dapat melihat mereka dengan syarat sebelum matahari terbenam, mereka harus dapat menyelesaikan tugas tersebut.
Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani
Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan
al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang
tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas
adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan
bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan
menurut ukuran duniawi.
Penyebab Umar Menangis di Hadapan Nabi
Umar bin Khattab merekam pengalaman mengharukan ketika berkunjung ke
rumah Rasululah SAW. Umar menyaksikan pemimpin agung yang sangat
dimuliakan itu sedang terbaring di atas tikar kasar nan rusak.
Kesedihan Umar bertambah ketika tekstur tikar usang itu membekas di punggung Nabi. Di hadapan Rasulullah, "Singa Padang Pasir" ini pun menumpahkan air matanya.
Kesedihan Umar bertambah ketika tekstur tikar usang itu membekas di punggung Nabi. Di hadapan Rasulullah, "Singa Padang Pasir" ini pun menumpahkan air matanya.
Bangsawan di Mata Rasulullah
Suatu hari Rasulullah SAW sedang berbincang-bincang dengan para
sahabatnya. Tiba-tiba seorang lelaki berpakaian bagus dan nampak
berwibawa melewati mereka. Rasulullah SAW pun kemudian bertanya kepada
salah seorang sahabat yang berada di dekatnya mengenai orang yang baru
saja lewat tersebut.
Seorang sahabat segera menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang bangsawan, demi Allah pantas saja jika ia meminang seorang gadis pasti diterima, dan apabila ia membantu memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan.”
Seorang sahabat segera menjawab, ”Wahai Rasulullah ia adalah seorang bangsawan, demi Allah pantas saja jika ia meminang seorang gadis pasti diterima, dan apabila ia membantu memintakan sesuatu untuk orang lain pasti akan dikabulkan.”
Saat Abu Yazid Bertawaf di Basrah
Dalam sebuah perjalanan, Syaikh Abu Yazid al-Busthami menyempatkan diri
menemui seorang guru sufi yang sangat tekun di kota Basrah. Sehingga
terjadilah sebuah dialog.
”Apa yang kau inginkan, wahai Abu Yazid?” tanya seorang sufi.
“Aku hanya mampir sejenak, karena aku ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah,” Abu Yazid menjelaskan.
”Apakah bekalmu cukup untuk perjalanan ini?”
”Apa yang kau inginkan, wahai Abu Yazid?” tanya seorang sufi.
“Aku hanya mampir sejenak, karena aku ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah,” Abu Yazid menjelaskan.
”Apakah bekalmu cukup untuk perjalanan ini?”
Kisah Ayah Imam Syafii Mencari Rizki yang Halal
Seorang pemuda bernama Idris berjalan menyusuri sungai. Tiba-tiba ia
melihat buah delima yang hanyut terbawa air. Ia ambil buah itu dan tanpa
pikir panjang langsung memakannya.
Ketika Idris sudah menghabiskan setengah buah delima itu, baru terpikir olehnya, apakah yang dimakannya itu halal? Buah delima yang dimakan itu bukan miliknya.
Ketika Idris sudah menghabiskan setengah buah delima itu, baru terpikir olehnya, apakah yang dimakannya itu halal? Buah delima yang dimakan itu bukan miliknya.
Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana
Suatu malam, Umar bin Abdul Aziz terlihat sibuk merampungkan sejumlah
tugas di ruang kerja istananya. Tak dinyana, putranya masuk ruangan dan
hendak membericarakan sesuatu.
”Untuk urusan apa putraku datang ke sini: urusan negarakah atau keluargakah?” tanya Umar.
”Urusan keluarga, ayahanda,” jawab si anak.
”Untuk urusan apa putraku datang ke sini: urusan negarakah atau keluargakah?” tanya Umar.
”Urusan keluarga, ayahanda,” jawab si anak.
Langganan:
Postingan (Atom)