Umumnya para ahli sejarah berpendapat bahwa walisongo adalah perintis Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Perintis awal da’wah islamiyah itu adalah seorang wali yang bernama Syaikh Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419 M). Beliaulah yang mendirikan pesantren pertama yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.Menurut sejarah, Syaikh Maulana Malik Ibrahim yang berdarah Arab Persia, merupakan cikal-bakal para wali. Nama Malik Ibrahim yang sebenarnya adalah Makdum Ibrahim Asmara. Nama Asmara bukan nama Jawa, tapi kependekan dari Samarkandi.
Jumat, 22 Maret 2013
Sunan Bonang
Abdullah Al-Mubarak: Antara Cinta Asmara dan Cinta Allah
Sejak muda ia sudah bertobat dan mendapat pencerahan cahaya Ilahiah. Wali yang doanya makbul ini juga dikenal sebagai ahli hadits dan hartawan yang dermawan.Suatu hari, anak muda itu tergila-gila kepada seorang gadis. Iapun terus menerus dirundung gundah gulana yang sangat dalam. Ia memuja dan mendambakan kekasih hatinya. Setiap detik selalu teringat si jantung hati. Suatu malam, di musim dingin, ia berdiri di bawah jendela kamar sang kekasih, menunggu sang pujaan. Ia rela berlama-lama di situ sekedar untuk menatapnya walau hanya sekejap. Butiran-butiran salju yang membasahi bajunya tak membuatnya gentar, ia tetap saja termangu sepanjang malam, menunggu si pujaan hati menampakkan parasnya.
Ma’ruf Al-Kharqi, Sufi yang Bertamu di Arasy
Ia mabuk cinta akan Dzat Ilahi.
Konon, Allah mengkuinya sebagai manusia yang mabuk cinta kepada-Nya.
Kebesarannya diakui berbagai golongan
Nama sufi ini tidak terlalu populer, meski sama-sama berasal dari
Irak, namanya tak sepopuleh Syekh Abdul Qadir Jailani, Manshur
Al-Hallaj, atau Junaid Al-Baghdadi. Dialah Ma’ruf Al-Kharqi, salah
seorang sufi penggagas paham cinta dalam dunia Tasawuf yang jiwanya
selalu diselimuti rasa rindu yang luar biasa kepada sang Khalik. Tak
salah jika ia menjadi panutan generasi sufi sesudahnya. Banyak sufi
besar seperti Sarry Al-Saqaty, yang terpengaruh gagasan-gagasannya. Ia
juga diangap sebagai salah seorang sufi penerus Rabi’ah Al-Adawiyah sang
pelopor mazhab Cinta.Nama lengkapnya Abu Mahfudz Ma’ruf bin Firus Al-Karkhi. Meski lama menetap di Baghdad, Irak, ia sesungguhnya berasal dari Persia, Iran. Hidup di zaman kejayaan Khalifah Harun Al-Rasyid dinasti Abbasiyah. tak seorangpun menemukan tanggal lahirnya. Perhatikan komentar Sarry As-Saqaty, salah seorang muridnya. “Aku pernah bermimpi melihat Al-Kharqi bertamu di Arasy, waktu itu Allah bertanya kepada Malaikat, siapakah dia? Malaikat menjawab, “Engkau lebih mengetahui wahai Allah,” maka Allah SWT berfirman, dia adalah Ma’ruf Al-Kharqi, yang sedang mabuk cinta kepadaku.”
Abu Darda, Saudagar yang “Berniaga” dengan Allah
Tak jelas, kapan Abu Darda, salah seorang hartawan Madinah dan saudagar yang terkenal jujur itu, masuk Islam karena kejujurannya, banyak orang yang lebih suka berdagang dengannya ketimbang dengan pedagang lain. Sebab sebagai pedagang ia tidak pernah menipu.
Tentang keislamannya, Abu Darda menyatakan. “Aku mengislamkan diriku kepada Rasulullah SAW ketika aku ingin agar ibadah dan perniagaan dapat terhimpun dalam diriku. Tapi tidak berhasil. Lalu aku kesampingkan perniagaan, agar aku dapat lebih banyak beribadah kepada Allah SWT. Sesungguhnya aku tidak terlalu gembira meski setiap hari untung 300 dinar. Allah memang tidak mengharamkan perniagaan, tapi aku lebih suka bergabung dengan orang yang dalam berniaga tidak melalaikan Allah SWT.
Ahmad Ibnu Khadruya, Tujuh Puluh Hati dengan Cahaya Iman
Ahmad kerap dihubungkan dengan Hatim al-Asamm dan Abu Yazid al-Bisthami. Ia meninggal dunia di Nisyabur pada tahun 240 H / 864 M dalam usia 95 tahun.
Ia memiliki seribu orang murid. Setiap muridnya mampu berjalan diatas permukaan air dan terbang di udara. Ahmad mengenakan pakaian serdadu. Fatimah, istrinya, termasuk salah seorang wali sufi. Ia adalah putri dari Pangeran Balkh. Setelah bertobat, ia mengirim utusan untuk menemui Ahmad. “Mintalah aku dari ayahku.”
MP3 Pengajian KH. Jamaludin Ahmad
Berikut saya bagikan pengajian dari KH. Jamaludin Ahmad, disini ada setidaknya 100 tausiyah / ceramah / mauidhoh hasanah dari KH. Jamaludin Ahmad. Inilah link downloadnya:
Download kumpulan pengajian KH. Jamaludin Ahmad
Download kumpulan pengajian KH. Jamaludin Ahmad
Abu Hafs Al-Haddad
Kemudian ia kembali lagi ke Nisyabur,
melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang Pande Besi, dan meninggal dunia
di sana pada 265 H / 879 M.
Sebagai seorang lelaki muda Abu Hafs
pernah jatuh cinta pada seorang gadis pelayan. Begitu tergila-gilanya
Abu Hafs pada gadis itu, sampai-sampai setiap hari ia selalu gelisah.
Teman-temannya berkata padanya, “Ada seorang dukun Yahudi tinggal di pinggiran Kota Nisyabur. Ia akan bisa membantumu.”
Abu Hafs pergi menemui dukun Yahudi yang dimaksud dan menjelaskan masalahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)