Rasa cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW juga dimiliki seorang budak
perempuan bernama Barirah. Perempuan miskin ini berharap sekali
Rasulullah dapat berkunjung ke gubuknya. Belum ada keberanian untuk
mengundang karena di rumah reyot itu memang tak tersedia apa-apa.
Suatu saat Barirah menerima makanan cukup mewah dari salah seorang sahabatnya. Makanan lezat semacam ini belum pernah ia nikmati seumur hidup. Sebelum mencicipi, tiba-tiba batinnya melintaskan sesuatu: Selagi ada, sebaiknya makanan ini disuguhkan untuk orang istimewa yang selama ini ia rindukan, Rasulullah SAW.
Suatu saat Barirah menerima makanan cukup mewah dari salah seorang sahabatnya. Makanan lezat semacam ini belum pernah ia nikmati seumur hidup. Sebelum mencicipi, tiba-tiba batinnya melintaskan sesuatu: Selagi ada, sebaiknya makanan ini disuguhkan untuk orang istimewa yang selama ini ia rindukan, Rasulullah SAW.