Habib
Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dilahirkan di Pekalongan Jawa
Tengah pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab tahun 1367 H. Bertepatan
tanggal 10 November, tahun 1947 M. Dilahirkan dari seorang syarifah,
yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti
Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin
bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al
Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam
Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali
bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ
Alawi. NASAB BELIAU : Al Habib Muhammad Luthfi bin Sayid Ali al Ghalib
bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar Bin Sayid Thaha sahibur ratib (yang
menyusun ratib Kubro) bin Sayid Muhammad bin Sayid Thaha bin Sayid Hasan
bin Sayid Syekh bin Sayid Ahmad bin Sayid Yahya bin Sayid Hasan bin
Sayid ‘Ali bin Sayid Muhammad Faqih Muqadam bin Sayid ‘Alawi bin Sayid
‘Ali bin Sayid Muhammad Sahib Marbath bin Sayid Khala ‘Ali Qasam bin
Sayid ‘Alawi bin Sayid Muhammad bin Sayid Muhammad an Naqib bin Sayid
‘Isa an Naqib bin Sayid Ahmad al Muhajir bin Sayid Abdullah bin Sayid
‘Alawi bin Sayid ‘Ali al ‘Uraidhi bin Sayid Ja’far Shadiq bin Sayid
Muhammad al Baqir bin Sayid ‘Ali Zainal Abidin bin Sayid Imam Husain as
Sibthi bin Sayidatina Fathimah az Zahra binti Sayidina Muhammad Saw.
Sabtu, 06 April 2013
Jumat, 05 April 2013
Cara Jin Beragama
Salah satu diantara nama-nama Allah Swt. Yang
berjumlah 99 (Sembilan puluh Sembilan) atau yang dikenal dengan sebutan
Al-Asma’ Al-Husna adalah Al-Khaliq, artinya dialah yang menciptakan.
Ciptaan-Nya meliputi segala sesuatu, baik itu berupa hal-hal yang nampak oleh mata seperti manusia, hewan, tumbuhan dan alam seisinya ini, maupun keberadaan yang tidak bisa dilihat oleh mata seperti malaikat, surga, neraka dan lain-lain. Termasuk dari mekhluk-Nya yang tidak terlihat oleh mata adalah jin.Jin adalah makhluk ciptaan Allah Swt. Yang berbeda dengan manusia dari asal ciptaanya. Jin dicptakan oleh Allah Swt. Dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah.
Ciptaan-Nya meliputi segala sesuatu, baik itu berupa hal-hal yang nampak oleh mata seperti manusia, hewan, tumbuhan dan alam seisinya ini, maupun keberadaan yang tidak bisa dilihat oleh mata seperti malaikat, surga, neraka dan lain-lain. Termasuk dari mekhluk-Nya yang tidak terlihat oleh mata adalah jin.Jin adalah makhluk ciptaan Allah Swt. Yang berbeda dengan manusia dari asal ciptaanya. Jin dicptakan oleh Allah Swt. Dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah.
Kepercayaan dan Cara Menguburkan Ari-Ari
Bagi masyarakat Nusantara, Islam tidak lagi dipandang sebagai ajaran
asing yang harus difahami sebagaimana mula asalnya. Islam telah menjadi
bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan keseharian, mulai dari cara
berpikir, bertindak dan juga bereaksi. Sehingga Islam di Nusantara ini
memiliki karakternya tersendiri. Sebuah karakteristik yang kokoh dengan
akar tradisi yang mendalam. Yang dibangun secara perlahan bersamaan
dengan niat memperkenalkan Islam kepada masyarakat Nusantara oleh para
pendakwah Islam di zamannya.Diantara tradisi yang hingga kini masih
berlaku dalam masyarakat Islam Nusantara, khususnya di tanah Jawa adalah
menanam ari-ari setelah seorang bayi dilahirkan dengan taburan bunga di
atasnya. Atau dengan menyalakan lilin di malam hari. Apakah Islam
pernah mengajarkan hal yang demikian?
Label:
Hukum Islam,
Pengetahuan Islam
Hidangan dan Makanan dalam Upacara Kematian (Ta’ziyah)
Menghormati tamu memang dianjurkan dalam Islam. Bahkan dalam salah
satu hadits disebutkan bahwa menghormati tamu merupakan artikulasi
keimanan seseorang.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت , ومن كان يوم بالله واليوم الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت , ومن كان يوم بالله واليوم الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda :
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah
ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan
hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan
tamunya”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]
Label:
Hukum Islam,
Pengetahuan Islam
Membaca Shalawat Setelah Adzan
Bila difahami lebih mendalam seringkali sebuah laku ibadah memiliki
nilai ganda. Satu nilai spiritual yang berorientasi Yang Maha Kuasa
(hablum minallah), Sisi lain nilai social (hablum minan nas) menjadi
syiar bagi Islam itu sendiri. Misalnya shalat Jum’ah, ibadah haji,
Adzan dan lain sebagainya. Akan tetapi sebagian kaum muslim tidak dapat
memahami hal ini dengan baik. Malahan sebaliknya, laku ibadah itu
menjadi sumber perdebatan yang ujungnya bermuara pada pembelaan ego
sebuah kelompok tertentu. Sehingga yang terjadi adalah saling tuding
bid’ah dan klaim-klaim primordial.
Label:
Hukum Islam,
Pengetahuan Islam
Tentang Tahlilan dan Dalilnya
Secara lughah tahlilan berakar dari kata hallala
(هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya
adalah membaca “Laila illallah.” Istilah ini kemudian merujuk pada
sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari
ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang
meninggal dunia. Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari
meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000
nya. Begitu juga tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam
jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang
dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan
pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut. Berdasarkan beberapa dalil,
diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;
Label:
Hukum Islam,
Pengetahuan Islam
Rahasia Bismillah
Biasanya, segala macam laku rutinitas dikerjakan tanpa pikirpanjang.
Misalkan mandi, makan, minum, bersepatu, memakai baju membuka laptop,
ketik sms dan lainsebagainya. Rutinitas itu seolah menutupi subtansi
pekerjaan itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)